Jurnal Matematika

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATERI SEGITIGA DAN SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN RME (REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION) UNTUK SISWA KELAS VII MTSN REJOSARI KABUPATEN MADIUN TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Abstrak: 

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika pada materi segitiga dan segiempat dengan pendekatan RME (Realistic Mathematics Education) yang berkualitas baik (memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, keefektifan).

Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model pengembangan perangkat pembelajaran 4-D yang dimodifikasi menjadi 3-D. untuk mengetahui kriteria kevalidan, keprakisan, dan keefektifan dilakukan pengumpulan data dengan cara penilaian validasi, penilaian observasi, pengisian angket, dan melakukan tes hasil belajar. Setelah itu dilakukan analisis data menggunakan metode statistik deskriptif.

Hasil menunjukan, bahwa perangkat pembelajaran dikatakan valid oleh ketiga validator sehingga kriteria dipenuhi. Selain itu kepraktisan perangkat pembelajaran juga memenuhi kriteria penilaian dengan ditunjukannya nilai kemampuan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran di kelas pada ujicoba terbatas 0,99 dan ujicoba lapangan 0,90. Sedangkan aktifitas siswa dapat ditunjukan dengan nilai pada ujicoba terbatas 3,28 dan ujicoba lapangan 3,30, yang menunjukan kriteria kepraktisan perangkat pembelajaran terpenuhi. Sedangkan untuk kriteria keefektifan perangkat pembelajaran dapat ditunjukan dengan hasil respon positif siswa adalah diatas 80% seluruhnya pada semua komponen penilaian pada ujicoba terbatas maupun ujicoba lapangan. Untuk tes hasil belajar dapat ditunjukan dengan melihat ketuntasan klasikal siswa pada tahap ujicoba terbatas maupun lapangan secara berturut-turut 100% dan 76,7%, sehingga kriteria keefektifan juga terpenuhi.

Dari hasil penelitian pengembangan perangkat pembelajaran matematika diatas maka dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran mempunyai kualitas baik karena telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan.

Kata Kunci : Pengembangan Perangkat, RME, Segitiga dan Segiempat

Maliatul Inayati; Suroso; Wasilatul Murtafiah. PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATERI SEGITIGA DAN SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN RME (REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION) UNTUK SISWA KELAS VII MTSN REJOSARI KABUPATEN MADIUN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Jurnal Ilmiah Prodi Matematika (JIPM) [online]. 2014, vol. 2, no. 2

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN MENGGUNAKAN “ACTIVE PRESENTER” TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH KOMPUTER DASAR MAHASISWA

Abstrak: 

 

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang kurangnya hasil belajar pada mata kuliah komputer dasar disebabkan kurangnya pemahaman konsep pemograman oleh mahasiswa. Dosen hanya menggunakan model pembelajaran langsung pada saat kegiatan belajar mengajar. Untuk itu dalam penelitian ini penulis memilih model pembelajaran advance organizer dengan active presenter yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbedaan hasil belajar mahasiswa dan efetivitas model pembelajaran advance organizer dengan active presenter dalam kegiatan belajar mengajar mahasiswa kelas program studi pendidikan matematika. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa kelas I semeter gasal yang berjumlah 3 kelas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2 kelas yaitu kelas IA dan IB yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan atas menggunakan metode tes dan dokumentasi. Teknik analisis dan menggunakan uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas) dan uji hipotesis menggunakan uji t.
Dari analisis data diperoleh t hitung = 1,685 dan t tabel = 1,645. Karena t maka dinyatakan H0 hitung ditolak. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar matematika mahasiswa menggunakan model pembelajaran advance organizer dengan active presenter lebih baik daripada yang menggunakan model pembelajaran langsung pada mahasiswa program studi pendidikan matematika tahun akademik 2013/2014.
 
Kata Kunci: Model Pembelajaran Advance Organizer, Active Presenter, model
pembelajaran langsung, dan hasil belajar. 

 

Reza Kusuma Setyansah. EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN MENGGUNAKAN “ACTIVE PRESENTER” TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH KOMPUTER DASAR MAHASISWA Jurnal Ilmiah Prodi Matematika (JIPM) [online]. 2014, vol. 2, no. 2

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN THINK PAIR AND SHARE (TPS) PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DITINJAU DARI SIKAP MAHASISWA TERHADAP MATEMATIKA

Abstrak: 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : ( 1 ) yang model GI , TPS atau hasil pembelajaran konvensional pada prestasi belajar yang lebih baik dalam belajar matematika , (2 ) yang siswa kelas sikap terhadap matematika positif , netral , atau negatif hasil jenis dalam prestasi belajar yang lebih baik dalam matematika , (3 ) pada masing-masing siswa kelas sikap terhadap matematika , yang model GI pembelajaran , TPS atau hasil pembelajaran konvensional pada prestasi belajar yang lebih baik dalam matematika , dan ( 4 ) di masing-masing model pembelajaran , yang siswa kelas sikap terhadap matematika positif , netral , atau negatif hasil jenis dalam prestasi belajar yang lebih baik dalam matematika . Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen kuasi dengan desain faktorial 3x3 . Populasinya adalah semua siswa kelas di IKIP PGRI Madiun semester V 2013/2014.

Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling . Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis dua arah tidak seimbang varians pada tingkat signifikansi 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : ( 1 ) model pembelajaran GI dan TPS menghasilkan prestasi belajar yang baik yang sama dalam matematika , namun kedua hasil dalam prestasi belajar yang lebih baik dalam matematika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional , ( 2) prestasi belajar matematika dengan sikap positif terhadap matematika adalah lebih baik dari itu dengan sikap netral dan negatif terhadap matematics , bahwa dengan sikap netral terhadap matematics adalah lebih baik dari itu dengan sikap negatif terhadap matematika , (3 ) pada masing-masing siswa sikap terhadap jenis matematika , GI dan model pembelajaran TPS hasil dalam pencapaian yang sama baik belajar di matematika , tapi baik mengakibatkan prestasi belajar yang lebih baik dalam matematika daripada model pembelajaran konvensional , (4 ) pada masing-masing model pembelajaran , prestasi belajar dengan sikap positif terhadap matematika matematika adalah lebih baik dari itu dengan netral dan sikap negatif terhadap matematics , bahwa dengan sikap netral terhadap matematics adalah lebih baik dari itu dengan sikap negatif terhadap matematika.

Kata kunci : model pembelajaran , GI , TPS , konvensional , siswa sikap terhadap matematika

Swasti Maharani. EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN THINK PAIR AND SHARE (TPS) PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DITINJAU DARI SIKAP MAHASISWA TERHADAP MATEMATIKA Jurnal Ilmiah Prodi Matematika (JIPM) [online]. 2014, vol. 2, no. 2

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR AND SHARE (TPS) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA VII SMP NEGERI 2 KEBONSARI TAHUN AJARAN 2011/2012

Abstrak: 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) apakah ada perbedaan pengaruh model pembelajaran portofolio maupun model pembelajaran kooperatif think pair and share (TPS) dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa, (2) apakah ada perbedaan pengaruh antara kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar matematika siswa, (3) apakah ada interaksi antara model pembelajaran portofolio dan model pembelajaran kooperatif think pair and share (TPS) baik pada siswa yang mempunyai kreativitas tinggi maupun rendah terhadap prestasi belajar matematika siswa.

Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Kebonsari tahun ajaran 2011/2012. Penentuan sampel dengan teknik random sampling yaitu 56 siswa dari siswa-siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran portofolio dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran kooperatif think pair and share (TPS). Teknik pengumpulan data untuk kreativitas menggunakan angket dan data prestasi belajar menggunakan tes. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dua jalan sel tak sama. Uji lanjut pasca anava menggunakan uji Scheffe.

Dari hasil analisis data didapatkan: 1) ada perbedaan pengaruh antara model pembelajaran portofolio dan model pembelajaran kooperatif think pair and share (TPS) dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa (nilai signifikansi < 0,05); 2) ada perbedaan pengaruh antara kreativitas tinggi dan kreativitas rendah terhadap prestasi belajar matematika siswa (nilai signifikansi < 0,05); 3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran portofolio dan model pembelajaran kooperatif think pair and share (TPS) dengan kreativitas tinggi maupun rendah terhadap prestasi belajar matematika siswa (nilai signifikansi > 0,05).

Kata Kunci : Efektifitas, Model Pembelajaran Portofolio, Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair and Share (TPS), Prestasi belajar matematika, Kreativitas

Vera Dewi Susanti. EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR AND SHARE (TPS) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA VII SMP NEGERI 2 KEBONSARI TAHUN AJARAN 2011/2012 Jurnal Ilmiah Prodi Matematika (JIPM) [online]. 2014, vol. 2, no. 2

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DAN NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN GANDA SISWA

Abstrak: 

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki : ( 1 ) yang model J - MAM , J - NHT , dan hasil pembelajaran konvensional pada prestasi belajar yang lebih baik di Matematika pembelajaran , (2 ) multiple intelligence dari Logical - Mathematical yang , Visual - Spasial , dan interpersonal hasil jenis dalam prestasi belajar yang lebih baik di Matematika , (3 ) di setiap multiple intelligence , yang model J - MAM , J - NHT , dan hasil pembelajaran konvensional pada prestasi belajar yang lebih baik di Matematika belajar ; dan ( 4 ) di masing-masing model pembelajaran , yang multiple intelligence dari Logical - Mathematical , Visual - Spasial , dan interpersonal hasil jenis dalam prestasi belajar yang lebih baik di Matematika . Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen kuasi dengan desain faktorial 3 x 3 . Populasinya adalah semua siswa di kelas XI SMK Negeri di Kabupaten Sragen . Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling . Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis dua arah tidak seimbang varians pada tingkat signifikansi 5 % . Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1 ) The J - MAM dan model pembelajaran J- NHT menghasilkan prestasi belajar yang sama di Matematika , tapi baik mengakibatkan prestasi belajar yang lebih baik di Matematika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional , 2 ) Ada tidak ada perbedaan dalam prestasi belajar Matematika siswa dengan Logical - Mathematical , Visual - Spasial , dan jenis Interpersonal , 3 ) dalam setiap jenis multiple intelligence , J- MAM dan model pembelajaran J- NHT menghasilkan barang yang sama prestasi dalam Matematika , namun kedua hasil dalam prestasi belajar yang lebih baik di Matematika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional pembelajaran , 4 ) dalam setiap model pembelajaran , para siswa dengan Logical - Mathematical , Visual - Spasial , dan jenis interpersonal memiliki prestasi belajar yang sama di Matematika.

Kata kunci : Model pembelajaran Jigsaw, model pembelajaran konvensional, multiple intelligence, prestasi belajar Matematika.Dosen STKIP PGRI Trenggalek

Budiyono2; Nurani; Sutanto. PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DAN NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN GANDA SISWA Jurnal Ilmiah Prodi Matematika (JIPM) [online]. 2014, vol. 2, no. 2

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK (PBP) TERHADAP KREATIVITAS MAHASISWA PADA MATAKULIAH METODOLOGI PENELITIAN

Abstrak: 

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan efektivitas Pembelajaran Berbasis Projek (PBP) terhadap kreativitas mahasiswa pada matakuliah metodologi penelitian pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi pendidikan Matematika IKIP PGRI Bojonegoro tahun akademik 2012/2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling, sehingga terambil 2 kelas yakni III-A yang terdiri dari 32 siswa dan VIII-C yang terdiri dari 32 siswa. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa PBP lebih efektif daripada pembelajaran langsung terhadap kreativitas mahasiswa pada matakuliah metodologi penelitian pendidikan.

Kata kunci : Pembelajaran Berbasis Projek (PBP), metodologi penelitian, kreativitas mahasiswa.

M. Zainudin. EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK (PBP) TERHADAP KREATIVITAS MAHASISWA PADA MATAKULIAH METODOLOGI PENELITIAN Jurnal Ilmiah Prodi Matematika (JIPM) [online]. 2014, vol. 2, no. 2

PERKULIAHAN MATA KULIAH KALKULUS I MELALUI SELF REGULATED LEARNING DENGAN MENGEMBANGKAN LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA (LKM) BERBASIS MASALAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS JEMBER

Abstrak: 

Mata kuliah Kalkulus I merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh di program studi matematika. Pengembangan LKM yang berbasis masalah melalui Self Regulated Learningdiharapkan aktivitas mahasiswa dalam perkuliahan Kalkulus I akan meningkat. Subyek penelitian adalah 35 mahasiswa yang menempuh mata kuliah Kalkulus I Program Studi Pendidikan Matematika tahun akademik 2013/2014. Langkah awal yaitu: Mengkaji karakteristik pembelajaran mata kuliah Kalkulus I di FKIP Universitas Jember, Mengkaji masalah peserta didik dalam pembelajaran, Mengkaji kompetensi yang harus dimiliki peserta didikselanjutnya mendesain perangkat pembelajaran yaitu mengembangkan LKM.

Dari hasil pengembangan LKM yang berbasis masalah melalui Self Regulated Learning diperoleh aktivitas mahasiswa sangat tinggi. Mahasiswa lebih banyak mengeluarkan ide/pendapat, berani bertanya, mau menganalisis dan menyelesaikan masalah.

Kata kunci : LKM, Self Regulated Learning, Berbasis Masalah

Abi Suwito. PERKULIAHAN MATA KULIAH KALKULUS I MELALUI SELF REGULATED LEARNING DENGAN MENGEMBANGKAN LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA (LKM) BERBASIS MASALAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS JEMBER Jurnal Ilmiah Prodi Matematika (JIPM) [online]. 2014, vol. 2, no. 2

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN PEMANFAATAN HANDOUT

Abstrak: 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif dan pemanfaatan handout dapat meningkatkan keaktifan belajar mahasiswa pada matakuliah nilai awal dan syarat batas.

Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kelas VII-F tahun akademik 2012/2013 di IKIP PGRI Madiun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran dan lembar observasi keaktifan belajar. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan analisis dengan teknik interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pada matakuliah nilai awal dan syarat batas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dan pemanfaatan handout dapat meningkatkan keaktifan belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata persentase keaktifan belajar mahasiswa berdasarkan hasil observasi, yaitu pada siklus I sebesar 59,51%, siklus II sebesar 66,10%, siklus III sebesar 70,37% dan siklus IV sebesar 78,17%.

Kata Kunci : pembelajaran kooperatif, pemanfaatan handout, keaktifan belajar

Davi Apriandi. UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN PEMANFAATAN HANDOUT Jurnal Ilmiah Prodi Matematika (JIPM) [online]. 2014, vol. 2, no. 2

EFEKTIVITAS MODEL STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP PRESTASI BELAJAR STATISTIKA DASAR DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PADA POKOK BAHASAN DISTRIBUSI PELUANG DISKRIT

Abstrak: 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) dengan pembelajaran langsung. (2) Perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah. (3) Perbedaan prestasi mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran kooperatif tipe STAD. (4) Perbedaan prestasi mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran langsung. (5) Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas tinggi. (6) Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas sedang. (7) Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas rendah.
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampling random stratifikasi (stratified random sampling) dan sampling random kluster (cluster random sampling). Pengujian hipotesis menggunakan Anava dua jalan dengan sel tak sama, dengan taraf signifikansi 5 %. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu Uji Normalitas menggunakn Uji Liliefors dan Uji Homogenitas menggunakan Uji Bartlett.
Dari hasil analisis disimpulkan : (1) prestasi mahasiswa dengan pembelajaran STAD lebih baik daripada pembelajaran langsung. (2) mahasiswa dengan aktivitas tinggi mempunyai prestasi belajar lebih baik daripada mahasiswa dengan aktivitas sedang dan rendah. (3) mahasiswa dengan aktivitas tinggi prestasinya lebih baik daripada mahasiswa dengan aktivitas rendah dan sedang jika diajar dengan pembelajaran STAD. (4) mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah mempunyai prestasi yang sama jika diajar dengan pembelajaran langsung. (5) mahasiswa dengan aktifitas tinggi jika diajar dengan pembelajaran STAD memberikan prestasi yang lebih baik daripada pembelajaran langsung. (6) mahasiswa dengan aktivitas sedang memberikan prestasi yang sama jika diajar dengan pembelajaran STAD maupun pembelajaran langsung. (7) mahasiswa dengan aktivitas sedang memberikan prestasi yang sama diajar dengan pembelajaran STAD maupun pembelajaran langsung.

Kata Kunci : STAD, Kooperative, Aktivitas belajar

Ika Krisdiana. EFEKTIVITAS MODEL STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP PRESTASI BELAJAR STATISTIKA DASAR DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PADA POKOK BAHASAN DISTRIBUSI PELUANG DISKRIT Jurnal Ilmiah Prodi Matematika (JIPM) [online]. 2013, vol. 2, no. 1

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI KETERAMPILAN SOSIAL SISWA PADA KELAS X SMK DI KABUPATEN WONOGIRI TAHUN AJARAN 2012/2013

Abstrak: 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : ( 1 ) yang memberikan matematika yang lebih baik prestasi belajar , penggunaan kooperatif tipe model pembelajaran NHT , Membuat Pertandingan atau pembelajaran langsung , ( 2 ) yang memberikan matematika yang lebih baik prestasi belajar , peserta didik dengan tinggi, sedang , atau rendah tingkat keterampilan sosial, ( siswa dengan tinggi , sedang, atau rendahnya tingkat keterampilan sosial , ( 3 ) di masing-masing keterampilan sosial , mana yang memberikan matematika yang lebih baik prestasi , model pembelajaran kooperatif tipe NHT , Membuat Match . atau pembelajaran langsung , ( 4 ) masing-masing model pembelajaran , mana yang memberikan matematika yang lebih baik prestasi , siswa yang memiliki tinggi, sedang , atau keterampilan sosial yang rendah penelitian ini merupakan penelitian kuasi - eksperimental kesimpulan dari penelitian ini adalah : . ( 1 ) prestasi matematika siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe model NHT lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Membuat Jenis pencocokan atau instruksi langsung , sedangkan siswa matematika prestasi yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Membuat Jenis pencocokan lebih baik daripada belajar langsung , ( 2 ) siswa yang memiliki keterampilan sosial yang tinggi dan menengah , sehingga prestasi matematika yang sama , sedangkan siswa yang memiliki keterampilan sosial yang tinggi dan menengah memiliki prestasi matematika yang lebih baik adalah dari siswa yang memiliki keterampilan sosial yang rendah , ( 3 ) pada setiap keterampilan sosial ( tinggi, menengah , dan rendah ) , siswa matematika prestasi yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik dari siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Membuat Jenis pencocokan atau instruksi langsung , dan siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Membuat Jenis pencocokan memiliki lebih baik daripada prestasi matematika hands- on belajar , ( 4 ) pada masing-masing model pembelajaran ( NHT , Membuat Match, dan belajar langsung ) , siswa yang memiliki keterampilan sosial yang tinggi dan menengah , memiliki prestasi matematika yang sama , sedangkan siswa yang memiliki keterampilan sosial yang tinggi dan menengah matematika yang lebih baik daripada prestasi siswa yang memiliki keterampilan sosial yang rendah belajar .

Kata kunci : Numbered Head Together ( NHT ) , Membuat Match, pembelajaran langsung , dan keterampilan sosial.

Budi Usodo; Mardiyana; Nuryani Destiningsih. EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI KETERAMPILAN SOSIAL SISWA PADA KELAS X SMK DI KABUPATEN WONOGIRI TAHUN AJARAN 2012/2013 Jurnal Ilmiah Prodi Matematika (JIPM) [online]. 2013, vol. 2, no. 1

Top 10 Artikel