Gus! Aksi Pegiat Off-road Colon Progo Menjadi Kendaraan Penyelamat Dari Kera

Sekelompok penggemar off-road Kowloon Progo beralih menjadi relawan bencana. Dengan mengandalkan jip modifikasi, masyarakat sudah bisa mengevakuasi banyak kendaraan naas yang rusak akibat bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya.

Komunitas ini bernama Sedulur Rescue Yogyakarta. Nama ini berasal dari dua suku kata dalam bahasa Jawa dan Inggris. Sedulur artinya saudara dan salvage artinya pertolongan.

Sedulur Rescue Yogyakarta dibentuk pada 14 April 2022 oleh para pegiat offroad asal Kulon Progo. Salah satu pendirinya, Evan Simesta, mengatakan lahirnya komunitas ini berawal dari seringnya anggota membantu mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.

“Banyak terjadi kecelakaan lalu lintas, termasuk mobil mogok. Orang-orang meminta bantuan kepada kami, dan kami membantu evakuasi. Setelah itu, kami membentuk komunitas bersama untuk membantu masyarakat umum lebih mengenal dan lebih berhubungan. Saya kira begitu akan menyenangkan, mudah” jelas Evan. ketika Anda membutuhkan bantuan.

Ia menambahkan, “Tapi semua petugas penyelamat Sedulur memiliki semangat pelayanan yang tinggi. Maka, pada 14 April, kami berkumpul untuk membentuk komunitas.”

Sebelum membentuk Sedulur Rescue Yogyakarta, Ivan kerap membersihkan jip rekan-rekan off-roader yang terjebak saat menerjang medan berat. Bersama para pegiat off-road lainnya, Evan melengkapi jip tersebut dengan alat evakuasi dasar seperti winch, harness, dan double line.

Ivan mengatakan, Sedulur Rescue Yogyakarta awalnya beranggotakan 10 orang yang semuanya penyuka offroad dan tersertifikasi oleh Indonesian Off-Road Federation (IOF). Sedulur Rescue Yogyakarta lahir dengan misi membantu sesama, sehingga komunitas ini tidak membatasi mereka yang ingin bergabung walaupun tidak memiliki jeep.

Namun, ada satu syarat yang harus dimiliki anggota baru, yaitu harus memiliki jiwa pelayanan. Karena semua member siap siaga 24 jam setiap hari kapanpun dibutuhkan. Juga, anggota tidak mengharapkan kompensasi karena ini adalah kegiatan sukarela.

“Saat ini anggota kami berjumlah 33 orang. Tidak semua anggota memiliki Jeep dan tidak wajib. Di sinilah anggota dilatih penggunaan alat bantu evakuasi. Anggota kami perlu menguasainya agar dapat melakukan evakuasi dengan cepat. ” ujarnya dikatakan.

Meski tergolong baru, Sedulur Rescue Yogyakarta sudah banyak terlibat dalam upaya evakuasi kendaraan selama di DIY. Dari terjebak di selokan dan mengevakuasi kendaraan yang terbalik hingga menyelam ke jurang sedalam ratusan kaki, mereka telah menutupinya.

Pelajari lebih lanjut di halaman berikutnya.

Baru-baru ini, Sedulur Rescue Yogyakarta mengevakuasi sebuah truk yang jatuh ke jurang sedalam 5 meter di ruas jalan Pengasih-Nanggulan di Kapanewon Pengasih, Kulon Progo pada awal Januari 2023. Proses evakuasi memakan waktu tiga jam.

Evan mengaku tidak ada catatan berapa total evakuasi yang dilakukan kelompok ini sejak awal. Namun, kata dia, anggota komunitas ini setidaknya bisa kosong dua atau tiga kali seminggu.

Saat musim hujan, jumlah kendaraan yang harus dievakuasi bisa bertambah. Hingga 3 kali sehari.

“Seminggu bisa 2-3 kali. Kalau musim hujan lebih, kadang 3 kali sehari. Luapan lumpur atau “, jelasnya.

Evan menjelaskan, informasi kejadian yang membutuhkan bantuan evakuasi diperolehnya dari berbagai sumber. Ada yang menjangkau anggota komunitas secara langsung, ada pula yang didapat melalui grup WhatsApp bersama anggota Sedulur Rescue.

“Makanya kami bergabung dengan beberapa grup WA dimana kami memiliki akses informasi bencana. Jika terjadi kecelakaan yang membutuhkan evakuasi kendaraan, kami pasti akan diberitahu. Yang penting adalah informasi A1, kami memiliki foto dan berbagi lokasi. Nanti anggota kami Mereka akan segera pergi” .

Untuk operasi evakuasi, Sedulur Rescue Yogyakarta memiliki koordinator lapangan (KORLAB) sendiri. Korlab bertanggung jawab mengatur evakuasi teknis di lokasi.

Adapun detikJateng menjelaskan, proses evakuasi yang lebih dikenal dengan Korlap Sedulur Rescue Yogyakarta atau Suroto atau Mbah To ini bisa memakan waktu hingga beberapa jam tergantung tingkat kesulitannya.

Menurutnya, evakuasi kendaraan yang memasuki lembah merupakan yang paling sulit.

“Saya pernah mengevakuasi mobil yang jatuh ke jurang sedalam 100 meter di Kokab. Sangat sulit, tapi untung masih bisa diangkat dengan menggunakan tali derek yang terpasang di jip,” ujarnya.

Selain medan, faktor lain yang sering menghambat evakuasi adalah ukuran kendaraan. Mbah Too mengatakan, tim Rescue Sedulur Yogyakarta kewalahan saat mengevakuasi slurry vacuum tanker karena beban yang begitu berat.

Truk tersebut jatuh ke lubang sedalam 1,5 meter di lereng Kulon Progo, Girimulyo, Bibis pada Juli 2022. Setelah beberapa jam bekerja keras, truk tersebut akhirnya berhasil dievakuasi.

Cerita selanjutnya ada di halaman terakhir.

“Yang kami perjuangkan adalah kami membawa banyak kotoran. Ketika dibuang ke suatu tempat, itu mencemari lingkungan. Warga tidak pernah menginginkannya, jadi kami membuangnya sebanyak mungkin dan membuangnya sampai akhirnya kami bisa angkat.”

Mbah Tow mengatakan, dalam setiap evakuasi, pihaknya mendapat bantuan dari PMI, Tagana, dan pihak lain seperti kepolisian.

“Kami fokus pada evakuasi kendaraan, sehingga jika terjadi bencana rekan-rekan kami di Philip Morris International (PMI) pasti akan membantu mengevakuasi korban,” ujarnya.

Selain kendaraan evakuasi, Sedulur Rescue Yogyakarta juga kerap dilibatkan dalam pencarian orang hilang. Tim membantu menemukan korban yang pernah terdampar di tepi pantai Galaga dan Calle Brugo, Colon Brugo.

“Kami juga diminta mengevakuasi pohon yang tumbang menimpa rumah, jadi bukan hanya mobil,” kata Mbah To.

Download aplikasi gb wa yang terbaru dan dapatkan fitur-fitur keren lainnya dengan gratis.

Mbah Tu juga berharap dengan adanya Sedulur Rescue Yogyakarta dapat sangat membantu para DIYers. Pihaknya juga menyatakan siap menindaklanjuti laporan masyarakat yang membutuhkan. Anda dapat menghubungi contact person member atau mengirimkan laporan melalui akun media sosial Sedulur Rescue Yogyakarta.


Posted

in

by

Tags: