Sektor Teknologi Berada Dalam Jeda Terdalam Dan Sesi Pertama Komite Gabungan Internasional Terguncang Oleh Defisit.

Sektor Teknologi Berada Dalam Jeda Terdalam Dan Sesi Pertama Komite Gabungan Internasional Terguncang Oleh Defisit.

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih melemah awal pekan ini.

IHSG mencatatkan 671.542 poin, turun 21.677 poin (0,32%) dari perdagangan pertama pukul 11.30 pada Senin 11 Juli 2022 (11 Juli 2022).

Sektor teknologi menjadi sektor yang paling dirugikan dan menjadi penyumbang IHSG yang saat ini berada di zona merah hingga sore ini.

Indeks terlemah adalah IDX Technical Index, yang naik 0,50% pada akhir sesi pertama hari ini.

Disusul oleh BEI barang konsumsi sebesar 0,44%, BEI infrastruktur sebesar 0,31%, BEI finansial sebesar 0,12%, dan BEI komoditas sebesar 0,44%. Sektor ini turun 0,06%.

Sementara itu, BEI sektor kesehatan menjadi sektor dengan penguatan tertinggi setelah menguat 1,78% di sesi pertamanya.

Setelah itu, BEI transportasi dan logistik naik 1,04%, BEI barang konsumsi nonprimer sebesar 0,58%, BEI real estate dan real estate sebesar 0,16%, dan BEI industri sebesar 0,15%. %, BEI untuk sektor energi naik 0,15%, 0,12%.

Total volume perdagangan di bursa mencapai 10,947 miliar lembar saham dengan omzet Rp 4,546 triliun. Sebanyak 255 saham jatuh. Ada 250 saham naik dan 170 flat.

Hari ini, pecundang terbesar LQ45 terdiri dari:

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 6,39% PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 2,86% PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 2,57%

Keuntungan terbesar untuk LQ45 sore ini adalah:

PT Sombre Alvaria Trijaya TBK (AMRT) 3,95% PT Indah Pulp and Paper (INKP) 3,09% PT Mitra Kilowarga Karyasat TBK (MIKA) 2,59%

(Anna Socie Peruitasari)

Sumber: Contan

Baca Juga  Bantah Runtuhnya Jalan Picakayo, Berikut Pernyataan Dinas PUPR: